Surakarta, 11 Desember 2024 – Universitas Sebelas Maret (UNS) terus meningkatkan fokus pada pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui rapat koordinasi yang melibatkan para Penanggung Jawab (PIC) Kewirausahaan dari berbagai fakultas. Bertempat di Ruang Sidang Mawa Lantai 2, rapat ini membahas strategi peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat dalam program kewirausahaan serta arah kebijakan untuk mendukung program-program seperti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Wirausaha Merdeka (WMK), dan lainnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa kewirausahaan menjadi salah satu prioritas di bidang kemahasiswaan. “Saat ini, baru sekitar 2% mahasiswa UNS yang terlibat dalam program kewirausahaan. Targetnya, jumlah ini akan meningkat signifikan melalui berbagai program strategis,” ujarnya. Program seperti WMK 2024, yang diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa, menjadi contoh sukses dari inisiatif ini.
Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., menambahkan bahwa melalui program seperti P2MW, mahasiswa dapat memperoleh pendanaan hingga Rp20 juta untuk mengembangkan bisnis mereka. Selain itu, program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) juga memberikan hibah dengan target menjangkau 1.000 mahasiswa.
Setiap fakultas di UNS diharapkan memiliki ciri khas kewirausahaan yang sesuai dengan bidang studi mereka. Contohnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) telah menginisiasi program “Sosiopreneur” sebagai identitas kewirausahaan mereka. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni masing-masing fakultas juga diminta untuk mengalokasikan anggaran guna mendukung pelaksanaan program-program tersebut.
Dalam rapat ini, PIC Kewirausahaan dari berbagai fakultas memberikan masukan terkait penguatan kebijakan dan pengelolaan program kewirausahaan. Salah satu isu yang dibahas adalah perlunya Surat Keputusan Rektor untuk memperkuat legitimasi peran PIC di fakultas.
Salah satu poin penting dalam rapat ini adalah pembahasan rekognisi program kewirausahaan seperti Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) terhadap nilai akademik. Berdasarkan Keputusan Rektor, PKM-K dapat diakui sebagai pengganti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, setiap fakultas diminta untuk menyelaraskan kebijakan ini dengan prodi masing-masing.
Terkait data kewirausahaan, UNS sedang mengembangkan laman Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa (DAKM) yang akan menjadi database terintegrasi untuk memantau aktivitas kewirausahaan mahasiswa secara real-time.
Melalui rapat koordinasi ini, UNS kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak wirausahawan muda yang tangguh dan inovatif. “Pengembangan kewirausahaan mahasiswa tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan usaha mereka,” ungkap Dr. Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B.
Dengan beragam inisiatif yang dirancang dan dilaksanakan, UNS optimis dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam dunia kewirausahaan sebagai salah satu solusi mengatasi tantangan masa depan.