Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa (DAKM) menyelenggarakan Kuliah Tamu Kewirausahaan bertajuk “Membangun Generasi Wirausaha Muda Berdaya Saing: Inovasi, Digitalisasi, dan Penguatan Ekosistem UMKM” pada Sabtu 4 Juli 2026 di Ruang Sidang 1 Rektorat UNS. Kegiatan ini menghadirkan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Republik Indonesia, Muhammad Riza Adha Damanik, S.T., M.Si., Ph.D., IPU, sebagai narasumber utama. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya UNS dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui kolaborasi dengan pemerintah, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai arah kebijakan nasional dalam pengembangan wirausaha muda.
Sebelum kegiatan kuliah tamu berlangsung, Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa UNS bersama jajaran Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar audiensi sebagai langkah awal penjajakan kerja sama dalam pengembangan program kewirausahaan mahasiswa. Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Bastian selaku Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Kewirausahaan, Muhammad Firdaus, S.E., M.M. selaku Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, serta Muhammad Subkhan Subkhi, S.H., M.H. selaku Kepala Bidang Peningkatan Peran Dunia Usaha, Industri, dan Pendidikan. Dari pihak UNS hadir Direktur Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CIPE., CPRM., Kepala Subdirektorat Kewirausahaan Mahasiswa Dr. Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B., dosen UNS, serta 22 orang mahasiswa UNS.
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Beberapa program yang menjadi fokus pembahasan meliputi pendampingan legalitas usaha, seperti perizinan, sertifikasi halal, dan Standar Nasional Indonesia (SNI), pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bagi pelaku usaha, peningkatan kapasitas digital marketing, pengembangan program KKN Digitalpreneur, implementasi Program Kesejahteraan Rakyat (PRO-KESRA), Bursa Wirausaha Unggulan, hingga penyelenggaraan Demo Day sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan dan mengembangkan usaha rintisannya.
Pada sesi kuliah umum, Muhammad Riza Adha Damanik memaparkan arah kebijakan Kementerian UMKM dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional melalui pengembangan inkubator bisnis. Menurutnya, inkubator memiliki peran penting dalam membantu pelaku usaha memperoleh akses pendampingan, jejaring, pasar, pembiayaan, hingga investor.
“Inkubasi menjadi fase penting dalam membangun usaha karena membantu pelaku usaha memperluas jejaring, meningkatkan kredibilitas, dan mengurangi risiko kegagalan bisnis,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Kementerian UMKM tengah mengembangkan berbagai program strategis, di antaranya PRO-KESRA, Bursa Wirausaha Unggulan, serta platform digital SAPA UMKM yang mengintegrasikan berbagai layanan mulai dari legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi dalam satu ekosistem. Beliau berharap program-program tersebut mampu memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM, termasuk mahasiswa yang sedang merintis usaha, untuk memperoleh akses terhadap berbagai bentuk pemberdayaan secara terintegrasi.
Melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Kewirausahaan ini, Universitas Sebelas Maret berharap sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian UMKM dapat terus diperkuat dalam mendukung lahirnya generasi wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai program pembinaan yang berkelanjutan sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap menjadi pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.