UNS – Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI memperkuat kolaborasi dalam menumbuhkan wirausaha muda melalui Pro-Kesra Produktif dan WIBAWA Grow Day 2026 : Berani Mulai, Siap Bertumbuh. Kegiatan yang digelar di Aula Gedung F FKIP UNS, Sabtu 18 Juli 2026 tersebut menghadirkan akademisi, praktisi industri, dan pemerintah untuk membekali mahasiswa dengan wawasan kewirausahaan, strategi pengembangan bisnis, literasi keuangan, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga akses pembiayaan usaha.
Sebanyak 400 peserta Program Wirausaha Berdaya dan Berkarya (WIBAWA) mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari sinergi UNS dan Kementerian UMKM dalam mendukung lahirnya wirausaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja. Selain sesi inspiratif bersama pelaku usaha, peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai program pendampingan, inkubasi, dan pembiayaan yang disiapkan pemerintah untuk mendukung pengembangan usaha mahasiswa.
Direktur Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa (DAKM) UNS, Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CIPE., CPRM., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi UNS dan Kementerian UMKM dalam memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Tahun ini, Program WIBAWA menerima 629 proposal dari lebih 3.700 mahasiswa, dengan 145 kelompok usaha memperoleh pendanaan untuk mengembangkan bisnis di berbagai sektor. Menurutnya, pembinaan tersebut diharapkan mampu mendorong mahasiswa berani memulai sekaligus mengembangkan usaha yang berkelanjutan.
Mewakili Rektor UNS, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara UNS dan Kementerian UMKM dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengubah paradigma mahasiswa dari job seeker menjadi job creator melalui dukungan kurikulum, pembinaan, hingga rekognisi akademik bagi mahasiswa yang mengembangkan usahanya. “UNS terus berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan melalui mata kuliah wajib, Innovation Hub, Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa. Kami berharap kolaborasi dengan Kementerian UMKM dapat melahirkan lebih banyak lulusan yang menjadi pencipta lapangan kerja,” ujar Prof. Dody.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perindustrian Kota Surakarta Agung Riyadi, S.Sos., S.H., M.M., yang mewakili Wali Kota Surakarta, mengajak mahasiswa untuk berani memulai usaha tanpa menunggu kondisi yang sempurna. Menurutnya, kewirausahaan merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda agar mampu menjawab tantangan dunia kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI M. Riza Damanik, Ph.D., menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang lahirnya inovator dan pengusaha muda. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pengembangan kewirausahaan melalui implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang didukung program pendampingan, inkubasi, dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga harus mampu mencetak lulusan yang menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, kami terus memperkuat kapasitas, pendampingan, dan inkubasi agar mahasiswa dapat tumbuh menjadi wirausaha yang tangguh dan berdaya saing,” tutur Riza.
Usai seremoni pembukaan, M. Riza Damanik bersama jajaran tamu undangan melakukan kunjungan ke booth usaha mahasiswa peserta WIBAWA. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai produk inovatif sekaligus berdiskusi mengenai potensi pengembangan usaha yang telah dirintis mahasiswa.
Rangkaian WIBAWA Grow Day 2026 kemudian dilanjutkan dengan sesi Founder Talk & Inspirational Session yang dipandu Putri Permatasari, SP., M.Si. Menghadirkan Bagas Ali Prasetyo (Helo Bagas) dan Muhammad Hidayatullah, Founder & CEO HEGEMONI Group, sesi ini mengajak mahasiswa membangun keberanian untuk memulai usaha, mengembangkan kepemimpinan sebagai pendiri bisnis, serta mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan perkembangan teknologi digital.
Bagas mengajak mahasiswa untuk tidak menunda memulai usaha karena kesempatan terbaik adalah saat ini. Ia menilai keberanian mencoba, dan ketekunan menghadapi kegagalan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. “The power of now. Waktu terbaik untuk memulai adalah sekarang. Beristirahat boleh, tetapi jangan pernah menyerah. Jangan takut gagal ataupun dinilai orang lain,” ujar Bagas.
Sementara itu, Muhammad Hidayatullah menekankan bahwa membangun bisnis harus diawali dengan memahami kebutuhan pasar, menciptakan nilai tambah, dan terus berinovasi. Menurutnya, pelaku usaha juga perlu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan pasar dan mempercepat pertumbuhan bisnis. “Bisnis tidak selalu dimulai dengan modal besar. Yang paling penting adalah memahami pasar, memiliki diferensiasi, dan terus beradaptasi agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelas Muhammad Hidayatullah.
Sebagai tindak lanjut, peserta memperoleh pemahaman mengenai implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang dipaparkan Muhammad Subkhan Subkhi, serta informasi mengenai Program Inkubasi Pembiayaan UMKM dari Bastian Mba. Kedua pemateri menjelaskan berbagai dukungan pemerintah, mulai dari pendampingan, inkubasi, hingga perluasan akses pembiayaan bagi wirausaha melalui ekosistem SAPA UMKM.
Memasuki sesi Money to Grow: Kelola Cerdas, Usaha Dipercaya, Pembiayaan Terbuka yang dipandu Khusnul Prasetyo, S.AP., M.PP., peserta dibekali strategi mengelola keuangan usaha sekaligus memahami pentingnya membangun kepercayaan sebelum mencari pendanaan. Greget Kalla Buana, VP Stakeholder Management Corporate Secretary and Communication PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., menekankan bahwa keberhasilan wirausaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana dan menjaga kesehatan finansial usaha.
Sementara itu, Giovanni Umboh, Co-Founder dan Chief Technology & Operation Bizhare Group, menjelaskan bahwa investasi akan datang kepada bisnis yang memiliki fondasi kuat. Karena itu, pelaku usaha perlu memastikan model bisnis, tata kelola, legalitas, dan prospek usahanya telah siap sebelum mengajukan pendanaan kepada investor.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi AI Powered Branding: Dari Ide Menjadi Merek yang Siap Jual yang dipandu Triana Rahmawati, S.Sos., M.Sos. bersama Kreshna Manggala Putra, Learning & Development Lead MWX Indonesia. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung riset pasar, pengembangan strategi pemasaran, pembuatan konten digital, hingga peningkatan efisiensi operasional bisnis. Kreshna menegaskan bahwa AI merupakan alat pendukung yang dapat mempercepat proses kerja, sementara kreativitas dan pengambilan keputusan tetap berada di tangan manusia.
Sebagai tindak lanjut, Asep Abdullah, Pelaksana Tugas Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Kementerian UMKM RI, memperkenalkan Program Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha. Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperkuat inovasi, dan memperluas akses terhadap berbagai layanan pengembangan usaha melalui ekosistem SAPA UMKM.
Ginda Pandapotan Siregar, S.H., M.A., Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM RI, mengapresiasi kolaborasi UNS dengan Kementerian UMKM dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan mitra strategis dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak wirausaha muda yang lahir, bertumbuh, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.
Antusiasme peserta juga terlihat pada sesi doorprize yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperkenalkan bisnis mereka. Hadiah menarik, seperti sepeda dan televisi, menjadi apresiasi bagi peserta yang berani tampil sekaligus menciptakan suasana interaktif sepanjang kegiatan.
Melalui Pro-Kesra Produktif dan WIBAWA Grow Day 2026, UNS bersama Kementerian UMKM RI menegaskan komitmennya membangun ekosistem kewirausahaan yang tidak hanya mendorong mahasiswa berani memulai usaha, tetapi juga membekali mereka dengan pendampingan, jejaring, serta akses pembiayaan agar mampu mengembangkan bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing.