Surakarta, 22 Juli 2025- Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa (DAKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Kunjungan Field Trip Program WIBAWA (Wirausaha Baru Mahasiswa) UNS Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses usaha nyata serta mendorong semangat kewirausahaan berbasis akademik. Mahasiswa UNS yang lolos dalam pendanaan WIBAWA UNS tahun anggaran 2025 sejumlah 836 orang. Terdapat 153 kelompok/tim mahasiswa yang meliputi berbagai kategori bidang usaha diantaranya: bisnis digital, jasa dan industri kreatif, makanan dan minuman, budidaya serta manufaktur.
Mahasiswa UNS yang lolos pendanaan WIBAWA tahun anggaran 2025 melakukan kunjungan ke beberapa pelaku usaha sesuai kategori bidang masing-masing agar menambah wawasan serta meningkatkan keterampilan dengan melihat secara langsung bagaimana dinamika pengelolaan usaha yang dijalankan. Rangkaian acara kunjungan Field Trip WIBAWA UNS meliputi pemaparan dan penjelasan dari pelaku usaha tentang usaha yang dijalani, bagaimana proses menjalankan bisnis usaha dari mulai merintis sampai berhasil memperoleh omset yang menguntungkan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi tempat produksi sampai pemasaran usaha. Beberapa lokasi kunjungan Field Trip dibagi berdasarkan per kategori jenis usaha.
Kategori bisnis digital meliputi iHub UNS dan Nyalanesia. Mahasiswa UNS melalui kunjungan Field Trip yang dilaksanakan, diharapkan dapat mempelajari model bisnis berbasis teknologi baik dalam pengelolaan e-commerce, pemasaran digital maupun pengembangan aplikasi untuk menunjang usaha. Kunjungan ini juga menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa UNS untuk memanfaatkan platform digital dalam menjangkau konsumen lebih luas sehingga usaha yang dikembangkan lebih maju.
Kategori jasa dan industri kreatif meliputi UD Surya Abadi Furniture dan Graha Batik Cempaka. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkenalkan kepada mahasiswa beberapa usaha yang berorientasi pada jasa dan industri kreatif. Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pengelolaan usaha kreatif dan menambah wawasan tentang beberapa tantangan dalam usaha industri kreatif serta bagaimana strategi pengelolannya.
Kategori makanan dan minuman meliputi Ampyang Jawa dan Balekambang Resto. Kunjungan ke industri makanan dan minuman bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pengelolaan bisnis, inovasi produk, regulasi keamanan pangan dan strategi branding usaha makanan dan minuman. Mahasiswa melihat langsung bagaimana proses produksi, pengemasan sampai pemasaran.
Kategori budidaya meliputi Lele Organik dan Fresh Jamur. Kunjungan ke beberapa pelakau usaha yang bergerak pada budidaya pertanian dan perikanan dapat menambah wawasan mahasiswa untuk melakukan pengamatan secara langsung praktik pertanian maupun perikanan terpadu, proses pengelolaan bisnis dan penggunaan teknologi tepat guna. Mahasiswa dapat memperoleh gambaan tentang bagaimana usaha budidaya ini bisa memenuhi kebutuhan pasar dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada.
Kategori manufaktur meliputi PT. Kusuma Mulia Textile dan Davi Art Galery. Mahasiswa dapat memiliki pemahaman tentang proses produksi manufaktur dari pengadaan bahan baku, produksi sampai pemasaran. Mahasiswa juga memiliki pengalaman langsung bagaimana pelaku usaha melakukaan pengelolaan produk, menjaga kualitas produk dan meningkatkan produktivitas
Kegiatan kunjungan Field Trip ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan dan dapat memberikan inspirasi kepada mereka untuk menggoptimalkan potensi lokal dalam pengembangan usaha. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas melainkan juga melihat secara langsung bagaimana realitas yang ada di lapangan khususnya pengelolaan usaha oleh pelaku-pelaku usaha di berbagai bidang kategori. UNS melalui DAKM berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran yang berbasis pengalaman agar meningkatkan wawasan, keterampilan dan mengenalkan secara langsung pada mahasiswa tentang dunia kerja dan kewirausahaan. Mahasiswa dapat memiliki kemampuan yang tangguh, kreatif, inovatif dan adaptif terhadap berbagai perubahan yang ada.